Dingin yang Menemani Sepi
Langkahku seret di jalan kelabu,
Menuju kabus yang menabur jampi.
Tiada siapa di sisi kini, tapi debu.
Hanya bayang silam yang menghantui
Pemandangan indah terasa pudar,
Angin pagi menyapa lembut,
Aku terduduk dipukul danau rindu.
Namun hatiku dipalu kalut.
Sejuk ini bukan lagi damai,
Ia menusuk hingga ke lutut,
Saat aku ingat bangun,
Dingin dan sepi menjadi ramai.
Bagai berbisik janji yang tak sampai,
Meninggalkan aku, terapung dan
bingung.

Jom baca puisi yg lainnya di puisi nemlogue.com








Leave a Reply