Puisi :  Dingin berkawan Sepi

Dingin yang Menemani Sepi
Langkahku seret di jalan kelabu,
Menuju kabus yang menabur jampi.
Tiada siapa di sisi kini, tapi debu.

Hanya bayang silam yang menghantui
Pemandangan indah terasa pudar,
Angin pagi menyapa lembut,
Aku terduduk dipukul danau rindu.

Namun hatiku dipalu kalut.
Sejuk ini bukan lagi damai,
Ia menusuk hingga ke lutut,
Saat aku ingat bangun,
Dingin dan sepi menjadi ramai.

Bagai berbisik janji yang tak sampai,
Meninggalkan aku, terapung dan
bingung.

Gambar puisi

Jom baca puisi yg lainnya di puisi nemlogue.com

Leave a Reply

I’m Nem

Nemlogue.com is a small space where I keep fragments of the world – Writing, poems, paintings, art crafts, blogs and thoughts that didn’t have time to be said aloud.

Degree in Politics and a Master in Education (Economy). But i still love poems and creative writing.

Let’s connect

Discover more from Nemlogue.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading